Penyakit Yang Menyebabkan Rambut Rontok dan Sakit Kepala

Penyakit menjadi suatu momok paling menakutkan oleh kebanyakan manusia. Sebab, kemunculan penyakit pasti akan membawa kesedihan, keputus-asa-an, dan lain sebagainya. Sebenarnya ada banyak cara untuk memperoleh kesehatan dan terlepas dari suatu penyakit, hal itu dikarenakan mereka mempunyai keinginan yang kuat untuk sembuh, langkah pertama yang paling penting kita lakukan adalah mensugesti diri sendiri dengan hal positif “pasti sembuh” untuk menuju hidup sehat dan menjalani kehidupan bersama orang yang kita cintai.

Tahukah kamu ternyata ada beberapa penyakit yang dapat menyebabkan terjadi kerontokan dan sakit kepala loh, penyakit apa sajakah itu? Berikut ulasannya.

1. Alopecia Areata

Pernahkah kamu mendengar penyakit ini? Alopecia areata adalah kerontokan rambut yang terjadi karena adanya serangan pada sistem imunitas tubuh sendiri (autoimun) terhadap folikel rambut. Kondisi seperti ini memang sudah umum terjadi pada kulit kepala, meski juga bisa terjadi pada bagian tubuh lain yang ditumbuhi rambut, seperti alis, kumis, dan bulu mata. Selain mengakibatkan kebotakan berpola bulat, alopecia areata juga dapat menimbulkan kebotakan secara menyeluruh. Penderita dari penyakit ini umumnya terjadi secara genetik atau keturunan saja.

Untuk mengatasi masalah ini diperlukan vitamin khusus (pada kesempatan selanjutnya akan saya bahas).

2. Androgenetic Alopecia

Androgenik alopesia adalah penyebab rambut rontok paling umum terjadi pada kebanyakan wanita dan sebagian pria, pada rentang usia 20 hingga 50 tahun. Faktor penyebab daru kerontokan ini bersifat genetik atau keturunan yang disebabkan oleh hormon androgen. Hormon androgen juga disebut dengan DHT atau dihydrotestosterone. Hormon inilah yang membuat folikel rambut menyusut menjadi lebih tipis, sehingga folikel tidak bisa menumbuhkan rambut baru dengan baik. Proses kebotakan yang diakibatkan oleh penyakit ini dimulai dari penipisan rambut pada area garis rambut dan bergerak menuju mahkota dan ubun-ubun.

3. Hipotiroidisme

Hipertiroidisme merupakan suatu kondisi dimana kadar hormon tiroksin di dalam tubuh sangat tinggi. Hormon tiroksin yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid, yang berperan dalam proses metabolisme. Hipertiroidisme cenderung lebih sering menyerang wanita dibandingkan pria di segala usia, bahkan ketika masih belia, namun, penyakit ini paling umum menyerang korban pada usia menginjak 20-40 tahun.

4. Anagen Effluvium

Anagen effluvium identik dengan kebotakan yang diakibatkan karena terlalu sering melakukan tindakan kemoterapi dan radioterapi, sehingga menyebabkan malnutrisi, pemfigus vulgaris, paparan merkuri, boraks dan obat-obatan termasuk bismuth, levodopa, colchicine, serta cyclosporine. Ketika pada kondisi ini akan ada gangguan pertumbuhan sel folikel rambut, sehingga rambut akan rusak dan rontok sebelum melewati siklus pertumbuhan.

Maka tak perlu heran apabila anda sedang menjalani kemoterapi atau radioterapi mengalami masalah kerontokan fatal, bahkan sampai terjadi kebotakan.

5. Androgenic alopecia

Androgenic alopecia merupakan kebotakan yang terjadi karena pertumbuhan rambut semakin menurun yang di pengaruhi faktor usia. Androgenic alopecia pada pria, lebih disebabkan oleh faktor keturunan dalam keluarga atau karena kelebihan hormon sehingga mengakibatkan folikel rambut menjadi lebih sensitif. Berbeda dengan pria, pola kebotakan yang terjadi pada wanita belum diketahui secara pasti penyebabnya, namun, penyakit Androgenic alopecia lebih sering dialami oleh wanita setelah menopause.

6. Scaring alopecia

Scaring alopecia merupakan suatu perubahan yang terjadi pada kulit kepala tempat rambut tumbuh yang menjadi jaringan parut, sehingga mengakibatkan folikel rambut rusak dan rambut tidak bisa tumbuh kembali.

7. Telogen effluvium

Kerontokan yang terjadi karena Telogen effluvium pada umumnya disebabkan oleh perubahan hormonal, stress pada masa kehamilan ataupun setelah melahirkan. Biasanya, rambut akan tumbuh kembali dalam waktu 6 bulan setelah kerontokan berhenti. Namun, pada beberapa kasus telogen effluvium juga dapat diderita dalam jangka waktu tahunan.

8. Trikotilmania

Trikotilmania yaitu suatu keadaan dimana seseorang memiliki kecenderungan untuk mencabuti rambut. Sehingga menyebabkan kebotakan pada area di mana orang tersebut mencabuti rambutnya.

9. Traction alopecia

Traction alopecia ialah kebotakan yang terjadi apabila kita terlalu sering menarik rambut untuk menata rambut menjadi gaya tertentu.

10. Anemia

Anemia merupakan suatu kondisi dimana seseorang tersebut mengalami kekurangan jumlah sel darah merah di dalam tubuh. Hal ini terjadi karena kandungan zat besi yang terdapat di dalam tubuh berada pada batas kurang dari batas normalnya. Oleh karena itu anemia bisa memengaruhi terjadinya kerontokan pada rambut.

11. Infeksi jamur pada kulit kepala

Terjadinya kerontokan pada rambut yang terakhir ini di sebabkan oleh infeksi jamur pada kulit kepala, salah satunya adalah adanya kurap dan mikroba lainnya. Untuk mengatasi hal itu diperlukan obat anti jamur, agar mikroba penyebab rambut rontok segara habis sehingga rambut akan menjadi sehatbdan bisa tumbuh kembali.

Itulah beberapa penyakit yang menyebabkan rambut rontok dan sakit kepala, sebaiknya anda tidak menyepelekan penyakit diatas agar rambut anda tidak rusak, terutama bagi kaum wanita sebab dengan rambut sehat akan membuat kecantikan dan penampilan menjadi lebih menarik.

Tag: penyakit dengan gejala rambut rontok dan pusing adalah penyakit apa, ciri ciri rambut rontok parah karena penyakit, rambut rontok gejala kanker otak, penyebab sakit kepala mual dan rambut rontok terus menerus dan berlebihan pada pria dan wanita ramaja, cara mengatasi sakit kepala dan rambut rontok.

Artikel lain, dalam topik kecantikan rambut yang lebih lengkap:

Tinggalkan komentar